Puji Tuhan terhitung Senin 16 Maret 2026 Sekolah Kasih Karunia (SKK) Batang Tarang mendapatkan penambahan Guru Bahasa Inggris yakni Tc. Nathania Neni Sonia Ariella, ini tentunya memperkaya dan akan membuat SKK makin kuat dalam menciptakan lingkungan belajar Bahasa Inggris yang sehat dan alami, Tc. Neni adalah lulusan dari Universitas Tanjungpura Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Selamat bergabung, selamat belajar bersama dan selamat berkarya di Sekolah Kasih Karunia Batang Tarang.
Sejak awal bulan Januari tahun 2026, para siswa kelas 9 mulai menjalani persiapan yang semakin intensif untuk menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA). Selain mengikuti pelajaran rutin di kelas yang mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia, siswa-siswa ini juga mendapatkan tambahan waktu sekitar 160 menit untuk masing-masing pelajaran. Tujuan dari tambahan waktu pelajaran ini adalah untuk memperkuat pemahaman mereka serta meningkatkan kemampuan dalam menganalisis soal-soal yang diujikan. Selama periode ini, latihan soal dan berbagai trik penyelesaian soal terus-menerus diajarkan kepada siswa agar mereka benar-benar siap dan percaya diri saat mengikuti TKA yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April mendatang.
Lebih lanjut, sejak awal bulan Maret tahun 2026, pihak sekolah telah melaksanakan serangkaian simulasi untuk mempersiapkan para siswa secara menyeluruh. Kegiatan ini dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat memahami format ujian dengan lebih baik dan berlatih dalam kondisi yang mirip dengan ujian sesungguhnya. Harapannya adalah agar para siswa tidak hanya memahami materi pelajaran dengan baik, tetapi juga mampu meraih nilai yang memuaskan. Dengan persiapan yang matang ini, diharapkan siswa-siswa kelas 9 dapat menghadapi ujian TKA dengan penuh percaya diri dan mendapatkan hasil yang optimal.
Sekolah Kasih Karunia (KKS) kembali menghadirkan program unggulan yang sangat dinantikan: Guest Teacher Program bekerja sama dengan tim relawan pendidikan dari K-PACT Canada mulai 5-25 Maret 2026. Tim pengajar terdiri dari Ps. Anthony Yeung, Ying dan Jannie.
Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar Bahasa Inggris yang otentik. Kehadiran tim dari Kanada ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi serta memperluas cakrawala budaya mereka.
Program ESL (English as a Second Language) Terstruktur
Untuk memastikan setiap siswa mendapatkan materi yang sesuai dengan kemampuan mereka, Guest Teacher Program tahun ini dibagi menjadi dua level pembelajaran utama:
Level Dasar (Foundation Level): Berfokus pada penguasaan kosakata harian, pengucapan (pronunciation) yang benar, serta keberanian dasar dalam berbicara. Level ini dirancang agar siswa merasa nyaman dan senang berinteraksi menggunakan Bahasa Inggris dalam suasana yang santai dan suportif.
Level Menengah (Intermediate Level): Ditujukan bagi siswa yang sudah memiliki dasar bahasa Inggris dan ingin memperdalam kemampuan tata bahasa (grammar), pemahaman bacaan yang lebih kompleks, serta diskusi dua arah mengenai topik-topik umum. Di level ini, siswa diajak untuk berpikir kritis dalam Bahasa Inggris.
Mengapa Program Ini Sangat Berharga?
Interaksi Langsung: Siswa belajar mendengar aksen dan intonasi asli dari penutur dari Kanada, yang sangat membantu dalam penguasaan aspek listening.
Pertukaran Budaya: Selain bahasa, siswa juga belajar tentang nilai-nilai, kedisiplinan, dan pandangan hidup dari luar negeri, sesuai dengan semangat membangun “Thinking Children”.
Motivasi Belajar: Kehadiran guru tamu internasional terbukti meningkatkan antusiasme siswa untuk datang ke sekolah dan belajar dengan cara yang lebih menyenangkan (fun learning).
Komitmen Bersama K-PACT Internasional
Kerja sama berkelanjutan dengan K-PACT Canada merupakan bagian dari komitmen Sekolah Kasih Karunia untuk terus memberikan fasilitas pendidikan terbaik. Kami percaya bahwa dengan memberikan paparan internasional sejak dini, siswa-siswi kami akan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan.
Terima kasih kepada seluruh tim K-PACT Canada atas dedikasi dan kasih yang dibagikan kepada anak-anak kami di Batang Tarang.
Selama kurang lebih tiga minggu para siswa di Sekolah Kasih Karunia kedatangan tiga tamu dari Canada yakni Ps. Anthony, Ying dan Jannie. Mereka akan melaksanakan program Guest Teacher selama tiga minggu.
Tc. Ying mengajar kelas musik dengan fokus pada instrumen Okarina, dan saat ini ada total 39 siswa yang mendaftar untuk belajar, yang terdiri dari siswa kelas 7 hingga kelas 10. Kelas ini merupakan kelas peminatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih apakah mereka ingin mengikuti pelajaran ini atau tidak, sehingga hanya mereka yang benar-benar berminat yang akan terlibat. Tc. Ying adalah seorang pengajar yang sangat berpengalaman, dengan pengetahuan mendalam tentang Okarina dan teknik bermainnya. Ia tidak hanya mengajarkan aspek teknis dari instrumen ini, tetapi juga memberikan motivasi dan dorongan yang diperlukan agar para siswa dapat berlatih dengan baik. Dengan pendekatan yang penuh semangat, Tc. Ying berusaha untuk memastikan setiap siswa merasa termotivasi dan semakin percaya diri dalam memainkan Okarina.
Okarina adalah salah satu instrumen musik tertua di dunia yang masuk dalam keluarga alat musik tiup kayu (flute bejana). Berbeda dengan seruling bambu yang berbentuk tabung, okarina memiliki ruang resonansi tertutup yang unik.
Berikut adalah perjalanan sejarahnya yang membentang ribuan tahun:
1. Asal-Usul Kuno (5.000+ Tahun Lalu)
Akar okarina diyakini berasal dari dua wilayah besar yang berbeda:
Amerika Kuno (Suku Maya, Aztek, dan Inka): Mereka membuat alat musik tiup dari tanah liat yang berbentuk hewan atau burung. Bagi bangsa Aztek, alat ini bukan sekadar musik, tapi juga digunakan dalam ritual keagamaan untuk berkomunikasi dengan dewa atau meniru suara alam.
Tiongkok Kuno: Instrumen serupa yang disebut Xun sudah ada sejak zaman Dinasti Shang. Xun berbentuk telur dan terbuat dari tanah liat atau keramik, namun secara teknis memiliki sistem penjarian yang sedikit berbeda dengan okarina modern.
2. Masuk ke Eropa (Abad ke-16)
Setelah penaklukan Amerika oleh Spanyol, instrumen tanah liat ini dibawa ke Eropa sebagai benda eksotis. Awalnya, alat ini dianggap hanya sebagai “mainan” anak-anak atau penghibur jalanan karena suaranya yang unik namun keterbatasan nadanya.
3. Revolusi Budrio: Kelahiran Okarina Modern (1853)
Transformasi besar terjadi di Budrio, Italia. Seorang pemuda bernama Giuseppe Donati mengubah “mainan” ini menjadi instrumen musik serius.
Ia menciptakan bentuk yang menyerupai “angsa kecil”. Dalam dialek lokal Italia, Oca berarti angsa, dan -ina berarti kecil. Dari sinilah nama Ocarina berasal.
Donati menyempurnakan sistem 10 lubang agar okarina bisa memainkan tangga nada diatonis lengkap secara akurat.
4. Perang Dunia & Okarina Plastik
Selama Perang Dunia I dan II, okarina menjadi populer di kalangan tentara karena ukurannya yang kecil, ringan, dan mudah dibawa ke medan perang untuk menghibur diri. Pada masa ini pula, versi plastik mulai diproduksi massal untuk memenuhi permintaan yang tinggi dan menekan biaya produksi dibandingkan tanah liat.
5. Era Modern & Budaya Pop (1998 – Sekarang)
Okarina mengalami lonjakan popularitas luar biasa di era modern berkat video game “The Legend of Zelda: Ocarina of Time” (1998).
Game ini memperkenalkan okarina kepada generasi muda di seluruh dunia.
Hal ini memicu munculnya pengrajin okarina profesional baru yang menciptakan instrumen berkualitas konser dengan berbagai jenis (pendek, ganda, hingga triple).
Karakteristik Unik Okarina
Berbeda dengan seruling biasa, nada okarina tidak terlalu bergantung pada panjang tabung, melainkan pada rasio luas lubang yang dibuka terhadap total volume ruang di dalamnya. Inilah sebabnya okarina bisa berbentuk bulat atau tidak beraturan namun tetap menghasilkan nada yang jernih.
SPMB SMAK untuk Tahun Ajaran 2026/2027 akan segera memasuki tahap seleksi penting. Proses ini dirancang untuk menjaring calon siswa terbaik yang akan bergabung dengan komunitas Belajar SMAK Kasih Karunia Batang Tarang.
Salah satu tahapan krusial dalam seleksi ini adalah tes yang dijadwalkan pada tanggal 7 Maret 2026. Tes ini akan mencakup serangkaian evaluasi untuk mengukur kemampuan akademis dan potensi calon siswa. Mata pelajaran yang akan diujikan meliputi Bahasa Inggris, Matematika, Pengetahuan Alkitab, Problem Solving, dan Bahasa Indonesia. Setiap mata pelajaran dirancang untuk menilai kompetensi spesifik yang dibutuhkan dalam lingkungan belajar SMAK.
Selain tes tertulis, calon siswa dan kedua orang tua juga akan menjalani sesi wawancara. Wawancara ini bertujuan untuk menggali lebih dalam motivasi, kepribadian, dan kesesuaian calon siswa dengan nilai-nilai serta visi SMAK.
Rencana pengumuman kelulusan telah ditetapkan pada tanggal 23 Maret 2026. Tanggal ini menjadi momen penting bagi para calon siswa untuk mengetahui hasil perjuangan mereka dalam seleksi SPMB SMAK Tahun Ajaran 2026/2027. Seluruh proses ini merupakan bagian dari upaya SMAK untuk memastikan terciptanya lingkungan belajar yang berkualitas dan kondusif bagi perkembangan generasi penerus.
Tes SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) adalah proses penilaian yang dilakukan oleh Sekolah Kasih Karunia untuk menyeleksi calon siswa baru yang akan diterima pada tahun ajaran 2026/2027.
🎯 Tujuan Tes SPMB
Mengetahui kemampuan akademik dasar calon siswa.
Menilai kesiapan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah.
Menyeleksi calon siswa sesuai dengan standar yang ditetapkan sekolah.
Menempatkan siswa pada program atau kelas yang sesuai dengan kemampuan mereka.
📚 Materi yang Diujikan
Materi tes SPMB umumnya meliputi:
Bahasa Indonesia (pemahaman bacaan dan tata bahasa & menulis)
Matematika (kemampuan berhitung dan logika dasar)
Bahasa Inggris (kemampuan berkomunikasi)
Pengetahuan Alkitab
Problem Solving
Sekolah juga menambahkan tes wawancara untuk kedua orang tua dan calon sisiwa ini bertujuan untuk mengenal sikap, motivasi, dan kepribadian calon siswa dan orang tua siswa.
🌱 Manfaat Tes SPMB
Membantu sekolah mendapatkan siswa yang siap belajar.
Membantu siswa mengetahui kemampuan akademiknya.
Menjadi dasar bagi sekolah dalam merancang pembinaan akademik bagi siswa baru.
Tes SPMB di Sekolah Kasih Karunia Batang Tarang untuk tahun ajaran 2026/2027 terdapat 109 calon siswa yang mendaftar. Kegiatan Tes dan Wawancara di laksanakan pada tanggal 27 dan 28 Februari 2026. Panitia rencana akan menyampaikan pengumuman pada 23 Maret 2026.
Pada 12 Februari 2026 Sekolah Kasih Karunia-Batang Tarang yakni Guru dan Siswa dipercayakan untuk melayani kurang lebih 80 siswa Kristen kelas 6 SD dalam kegiatan Retreat Pelajar seKecamatan Kembayan yang diadakan di GAPPIN Tanap, kegiatan ini dilaksanakan atas inisiatif Guru-Guru Agama Kristen se Kecamatan Kembayan dimana sebagai program tahunan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembinaan iman siswa sebelum selesai di jenjang SD. Kegiatan ini bertemakan “Hormatilah Orang Tuamu”, team Sekolah Kasih Karunia melayani anak-anak ini dan dibuat dalam bentuk kelompok kecil dimana goalnya setiap peserta bisa belajar mengapa mereka harus menghormati orang tua, apa akibat kalau mereka menghormati orang tua, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan di depan semua peserta, diakhir sesi siswa diminta untuk menuliskan surat kepada orang tua mereka masing-masing dan terakhir ditutup dengan doa dan komitmen bersama untuk makin menghormati orang tua mereka masing-masing.
Menjadi seorang pemimpin khususnya anggota OSIS perlu diperlengkapi dengan banyak hal, dimulai dari cara memimpin rapat, langkah membuat kegiatan, cara membuat proposal – laporan pertanggung jawaban, bahkan laporan keuangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 30-31 Januari 2026 memfasilitasi pengurus OSIS SMAK & SMPTK untuk memiliki kemampuan tersebut. Juga kaitannya mempersiapkan agar mampu merancang kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa yang menjawab kebutuhan peserta didik, dan mampu diukur indikator keberhasilannya.
Keluarga Besar Sekolah Kasih Karunia-Batang Tarang, mengucapkan selamat berbahagia atas pernikahan Ibu Jopani Ratna Aryanti, S.Pd (Guru PPKN) dengan Bapak Roymundus Januardi Pabayo, S.Pd, pemberkatan nikah di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Takbernoda Pusat Damai-Bodok, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Sekolah Kasih Karunia Batang Tarang, kali ini berkesempatan untuk menjalin kerjasama dengan Tim dari AMS Bride Blue Pontianak, lembaga yang menyediakan Tes Psikologi khususnya minat bakat. Selain itu pada kesempatan kali ini, ada juga beberapa muatan soal tes yang menjadi indikator minat pelajaran bidang ilmu pengetahuan sosial atau ilmu pengetahuan alam. Melalui tes ini, peserta didik juga bisa melihat apa saja pilihan profesi dan jurusan yang cocok dengan minat dan bakat masing-masing. Tes dilakukan dengan menggunakan website yang sudah dirancang, dan sebelumnya sudah diberi penjelasan mengenai tes RIASEC itu sendiri. Puji Tuhan dan ucap syukur atas kesempatan ini.